Seiring dengan
terjadinya perubahan perekonomian dan globalisasi, membuat perubahan dalam
perilaku berbelanja pada masyarakat. Perilaku yang berubah dalam hal berbelanja
pada masyarakat merupakan konsekuensi logis dari tuntutan kehidupan yang dipicu
dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan
tekonologi dan zaman yang semakin canggih di Indonesia ditambah dengan
banyaknya fitur – fitur baru yang mempermudah aktivitas masyarakat semakin
marak dan semakin digandrungi oleh banyak kalangan termasuk sistem belaja
online, belanja online (online shopping) adalah proses dimana konsumen secara
langsung membeli barang – barang, jasa, dan yang lainnya dari seorang penjual
secara interaktif dan real time tanpa suatu media perantara melalui internet
(Mujiyana & Elissa, 2013). Online shopping atau belanja online via
internet, adalah suatu proses pembelian barang atau jasa dari mereka yang
menjual melalui internet, atau layanan jual-beli secara online tanpa harus
bertatap muka dengan penjual atau pihak pembeli secara langsung (Sari, 2015).
Jadi, belanja online adalah proses jual-beli barang, jasa dan lain-lain yang
dilakukan secara online tanpa bertemu dahulu antara penjual dan pembeli. Berikut 5 jurnal internasional dengan topik "Belanja Online".
|
No.
|
Judul
|
Penulis
|
Identitas Jurnal
(Nama Jurnal, Nomor Jurnal, Tahun Terbit Jurnal)
|
Subjek Jurnal
|
Hasil Jurnal
|
|
1.
|
The Consumer Behaviour Towards
Online Shopping in Coimbatore City An Exploratory Study
|
Santhi, V., & Nanda, G, L.
|
International Journal of Pure and
Applied Mathematics Vol. 120(5), 1459 – 1489, 2018
|
Sampel dibatasi hingga 250
responden, laki – laki 134 responden sedangkan perempuan 116 responden dengan
kelompok usia 19-30 tahun dilakukan melalui pembagian kuesioner yang
tersturuktur dan dianalisis berdasarkan informasi yang diberikan oleh
responden.
|
Hasil kesimpulan penelitian ini
adalah belanja online menjadi lebih populer dari hari ke hari dengan
peningkatan penggunaan
internet. Memahami kebutuhan dan
keinginan pelanggan untuk pembelian online, penjualan telah
menjadi tugas yang menantang bagi
pemasar. Khususnya memahami sikap konsumen
belanja online, membuat
peningkatan dalam faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
berbelanja online dan bekerja
pada faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja online akan
membantu
pemasar mendapatkan keunggulan
kompetitif dibandingkan yang lain. Karena itu penelitian telah
berfokus terutama pada pertanyaan
penelitian ini.
1) Klasifikasi pembeli online
dalam hal demografi.
2) Faktor-faktor yang
mempengaruhi konsumen untuk berbelanja online dan untuk melihat faktor apa
yang paling menarik bagi pembeli online.
Penelitian ini memperkirakan
bahwa temuan ini akan memberikan gambaran yang jelas dan luas untuk pengecer
dan kehendak online
membantu mereka memahami
faktor-faktor spesifik yang memengaruhi konsumen untuk berbelanja online,
jadi mereka
dapat membangun strategi mereka
untuk memenuhi kebutuhan pembeli online.
|
|
2.
|
University Student Shopping
Patterns: Internet vs. Brick And Mortar
|
Emilija, A., Kelly, B., Jana S.,
& Michael C.
|
The Journal of Applied Business
Research, Vol, 26(1), 31-35, 2010
|
Kisaran usia responden bervariasi
dengan usia 17-21 tahun terhitung 37%, 22 hingga 25 tahun
mewakili 48% dari sampel,
sedangkan 15% sisanya berusia 26 tahun dan lebih tua. Sehubungan dengan
sekolah
klasifikasi, klasifikasi berikut
diwakili: mahasiswa baru 12,5%, mahasiswa 10,4%, junior 20,1%,
senior 25,0%, dan Lulusan 31,9%.
Sampel terdiri dari 39,6% pria dan 60,4% wanita. Di kampus,
siswa perempuan mewakili sekitar
2/3 dari semua siswa, jadi pengelompokan jenis kelamin sampel tidak terlalu
berbeda
populasi. Mayoritas responden,
63,9 %, menunjukkan sumber pendapatan utama.
|
Penelitian yang telah dilakukan
menemukan sebagian besar mahasiswa yang disurvei menggunakan aplikasi online
dalam berbelanja, adapun presentase berbelanja perempuan lebih besar
dibandingkan laki – laki, penelitian ini menemukan hasil item yang popular dalam
berbelanja online adalah kemeja atau blus dengan pengalaman berbelanja
mereka, penunjang yang mendukung berbelanja online adalah banyak dari penjual
offline yang mengalihkan
penjualannya melalui online shopping.
|
|
3.
|
Comsumptive Behavior of Students
in Shopping Online and Implications in Guidance and Counseling Services in
Universities
|
Nelvi, M., Syahniar &
Alizamar.
|
International Journal of Research
in Counseling and Education, Vol, 3(2), 120 – 123, 2019.
|
Penelitian ini menggunakan teknik
pengambilan bola salju dengan pengumpulan data yang digunakan seperti
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Wawancara yang dilakukan tidak terstuktur dengan 5 siswa yang berbeda jurusan
dengan catatan para siswa terpilih adalah aktif dalam berbelanja online
setidaknya berbelanja 3 kali sebulan, pendekatan triangulasi digunakan untuk
menguji validitas sumber data.
|
Penelitian ini menyimpulkan bahwa
toko online memengaruhi perilaku konsumtif siswa, pola perilaku meliputi : 1)
Menggunakan uang untuk kebutuhan dasar dan perguruan tinggi untuk berbelanja
barang
diinginkan secara online. 2)
Mudah dipengaruhi oleh teman. 3) Menggunakan uang sewa untuk berbelanja. 4)
Memperoleh yang terbaru
barang. 5) Mudah tertarik pada
barang-barang di bawah promosi dan selalu membelinya bahkan ketika tidak
diperlukan. Adapun faktor yang medukung proses berbelanja online banyak
diminati salah satunya adanya diskon harga, kenyamanan berbelanja online,
kepercayaa ketersediaan barang, dan promosi
|
|
4.
|
Students Online Shopping Behavior
: An Empirical Study
|
Narges D., Laily Hj. Paim &
Ali Khatibi.
|
Journal of American Science, Vol,
6(1), 137 – 147, 2010.
|
Penelitian ini menggunakan metode
pengumpulan data primer melalui kuesioner survei konsumen yang diberikan kepada
500 siswa sebagai responden di lembaga universitas yang dipilih peneliti. Diantara
500 kuesioner yang didistribusikan hanya 307 kuesioner yang dijawab
sepenuhnya dari responden yang dianalisis.
|
Temuan penelitian ini meniratkan
bahwa harga menjadi faktor dominan responden berbelanja online, selain harga
dan diskon repsonden merasa dengan menggunakan online shopping lebih
menemukan pemilihan brang yang bagus dan lebih luas. Pada penelitian ini
pembeli senderung membeli melalui internet karena tekanan kompetitif terutama
dari online baru pengecer menggunakan harga sebagai peluang kompetitif dalam
menarik pelanggan, variasi barang dan banyaknya produk juga menjadi salah
satu alasan ini mengarah banyaknya peminat berbelanja online.
|
|
5.
|
Online Shopping Trends and Its
Effects On Consumer Buying Behavior: A Case Study of Young Generation of
Pakistan
|
Muhammad, k, b, d., Dr. Muhammad I., & Prof. Dr. Chaudhary
A, R.
|
Journal of Social Develpoment,
Vol, 5(1), 1 – 23, 2015.
|
Dari total 250 kuesioner yang
disebarkan total 215 dikembalikan lengkap dengan data dan dapat digunakan dalam
analisis data dengan frekuensi laki – laki sebanyak 59 dan perempuan sebanyak
155 responden dengan kisaran umur 17 – 26 tahun.
|
Setelah melakukan penelitian ini,
hasil tertentu terungkap. Faktor yang paling relevan
tampaknya akan mempengaruhi
perilaku pembelian konsumen terhadap belanja online ketika datang ke Internet
generasi muda tampaknya menjadi
faktor kepercayaan. Jika mereka mempercayai situs web, mereka cenderung
beli lebih banyak dari itu.
Bertentangan dengan kepercayaan populer, rasa privasi sepertinya tidak
mempengaruhi perilaku konsumen.
Orang-orang tampaknya tidak terlalu khawatir memberikan data pribadi mereka
seperti alamat online, asalkan
mereka dapat membeli menggunakan Cash on Delivery atau CoD
metode pembelian. Kenyamanan
adalah faktor penting lainnya dalam hal online
berbelanja karena orang lebih
suka tinggal di rumah dan berbelanja sebagaimana seharusnya keluar dan
menjelajah
melalui toko.
|
Komentar
Posting Komentar